Laman

Senin, 09 Mei 2016

Saat Otakmu Tak Bekerja

Oleh : Irkham Zamzuri

Kelam tak berbinar
Redup bergelayut
Resah dan lemah
Cuma sunyi, limbung, lalu terkapar saja

Kenapa datangnya bertubi-tubi?
Seakan tidak bisa berkompromi
Padahal kapasitas diri belum teruji
dan pada akhirnya terjatuh

Mengharap jangan berputus
Berusaha untuk tegak kepala
Maju membusung dada
Semakin dipaksa justru sukar bekerja
Perlahan memecah-belah.

Yogyakarta. 21 September 2015

Tulisan ini penulis buat disaat otak mengalami beban yang dirasa sangat berat. Masalah demi masalah tak henti menghujani. Kapasitas diri untuk menerima terpaan demi terpaan memang belum mumpuni. Coba untuk selalu sabar. Pelan-pelan. Satu-satu. Tapi lama-kelamaan kepala ini berat, gusar tak karuan. Saat semuanya membuncah dan saat otakmu tak bekerja, disaat seperti itulah kamu jadi selemah-lemahnya manusia yang tak berdaya. Mari menikmati masalah. Feel the pain. Rasakan rasa sakit ini. Sakit itu harus, memang harus sakit. Memang harus jatuh, jatuh untuk bangun, jatuh untuk merasa kalau berdiri itu adalah kekuatan. Jatuh untuk bisa membangun. Jatuh saja, sejatuh-jatuhnya. Rasakan saja jatuhmu,rasakan saja. Nikmati saja, nikmati saja. Setelah jatuh, percaya, bangkit akan jadi lebih kuat. Salam perih ... !!!


Sabtu, 29 November 2014

Malam ‘sakral’ Demi Sumpah Kesetiaan


Oleh : Irkham Zamzuri
    
       Jika kami semua (kader atau pernah kader) yang hadir pada malam hari ini ditanya satu per satu, maka dengan penuh semangat saya lantang menjawab. Apakah senang ? Pasti ! Tidak bermaksud untuk menjadi orang muna tapi tujuan saya bertahan dalam perang setahun kebelakang ialah berdiri di malam ini. Sedih? Pasti ! Bermula dari puluhan kolega, hanya beberapa yang akhirnya bisa berlari sampai batas henti. Mereka-mereka yang lain gugur di medan perang, ada yang menyerah sebelum berulah, ‘virus’an di tengah jalur pendakian, bahkan sebagian ‘mati’ karena kami ‘bunuh’ sendiri. Di tempat dengan riwayat yang katanya indah ini, asas kekeluargaan ditanamkan untuk dapat memaknai arti sahabat sejati. Tapi disini pula, kami harus menepikan rasa, mencoba untuk tega, memilah-milah calon anggota keluarga. Kata pepatah seburuk-buruknya orang tua, dia tetap bapak ibu kita. Tak pantas untuk tidak mengakui keberadaannya. Namun, di lembaga ini ungkapan tersebut terbantahkan, belajar dua hal berbeda dalam kurun waktu yang sama, mempercayai sekaligus mengkhianati.

MALAM ITU KAMI DISANA

“Kenapa kaubawa aku kemari, saudara?”; sebuah stasiun di dasar malam.
Bayang-bayang di sudut peron, menyusur bangku-bangku panjang; jarum-jarum jam tak letihnya melompat, merapat ke sepi. Barangkali saja

Kami sedang menanti kereta yang biasa tiba, setiap kali tiada seorang pun siap memberi tanda-tanda; Barangkali saja kami sekedar ingin berada di sini, ketika tak ada yang bergegas, yang cemas, yang menanti-nanti;

Hanya nafas kami, menyusur batang-batang rel, mengeras tiba-tiba;
Sinyal-sinyal kejang, lampu-lampu kuning yang menyusut di udara, sementara bayang-bayang putih di seluruh ruangan, “Tetapi katakan dahulu, Saudara, kenapa kaubawa aku kemari?”
(1970) Sapardi Djoko Damono

Kamis, 20 November 2014

Kehangatan Falsafah Hidup Perokok Usia Lanjut

Judul : Mereka Yang Melampaui Waktu (Konsep Panjang Umur, Bahagia, Sehat dan Tetap Produktif)
Penulis : Sigit Budhi Setiawan dan Marlutfi Yoandinas
Penerbit : Pustaka Sempu dan Layar Nusa INSISTPress
Cetakan : Desember 2013
Tebal Halaman : 194

Oleh : Irkham Zamzuri

“Menjadi tua, berumur panjang, sehat, dan bahagia sebagai perokok adalah sebuah pilihan hidup.”
Menjadi sehat adalah dambaan semua manusia. Kita bisa bebas beraktivitas, berkumpul dengan keluarga, makan enak, bisa berpikir tenang dan bahagia. Beda ketika terserang penyakit, semua menjadi serba terbatas. Sehat atau sakit berhubungan dengan aspek biologis, psikologis dan sosiokultural setiap manusia. Kondisi sehat atau sakit pasti akan berpengaruh pada efektivitas manusia yang bersangkutan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Namun sejalan dengan modernisasi, pemahaman sakit atau sehat tampaknya sudah mengalami pergeseran makna. Konsep sehat pun bertransformasi, generasi orang tua terdahulu memahami sehat atau sakit dengan makna sangat sederhana. Setelah ditemukannya teknologi di bidang kesehatan yang semakin canggih, semaju itu pula bermacam penyakit tumbuh. Ketika segala sesuatu sudah begitu kompleks, berbagai penyebab sehat atau sakit pun dimunculkan. Rokok adalah salah satu benda yang selalu mengambinghitamkan.

Rasa Sesaat

Oleh : Irkham Zamzuri

Sesaat kau tumbuhkan rasa suka
Sesaat kau tanamkan rasa bahagia
Sesaat kau tebarkan pesona
Sesaat juga, kau ciptakan duka lara

                Apakah hadirmu patut dipuja
                Apakah datangmu patut disapa
                Padahal kau hanya tinggalkan sengsara
                Hancurkan perasaan yang fana
                Merana karena ditinggal sang cinta

     Ketika datang senyum manis mengembang
     Kata-kata romantis tercipta dengan manis
     Rangkaian mawar terangkai dengan rapi
     Memupuk rasa dalam hati

                                Ketika pergi tangis hati memecah sunyi
                                Meratapi jiwa yang terisolasi
                                Kata-kata romantis menjadi sinis
                                Mawar yang terangkai kini tercerai berai

Selasa, 18 November 2014

Pertanyaan Misterius Pascapendakian

Oleh : Irkham Zamzuri

   Tidak biasanya lalu lintas kendaraan di jalan raya Karanganom-Polanharjo begitu padat. Segerombolan pemotor yang melaju pelan menguasai separuh badan jalan. Sehingga ‘teriakan’ knalpot blombongan tak ramah lingkungan memekakkan pendengaran. Warga yang kebetulan melintas memilih menepikan kendaraannya, untuk menghindari ketidaknyamanan. Hal tersebut ternyata menyita perhatian beberapa pemuda yang sedang berkumpul di sanggar pramuka seberang jalan. Merasa terganggu berbagai cacian pun dilontarkan,   

“Gondes! Bikin tambah panas keadaan,” ucap Gunawan dengan nada kesal. Hawa di siang itu seolah bertambah ‘resah’ ketika puluhan motor meraung-raung tak karuan. Adri menimpali, “Dasar manusia-manusia tak punya kerjaan, siang bolong memancing kegaduhan!” Bertolak belakang dengan apa yang dirasakan Gunawan dan Adri, sekumpulan anak-anak kecil justru menganggap hal tersebut layaknya hiburan. “tet ... tet ... tet ... engenggg ... engenggg ... tet ... tet ... tet ...  engenggg ... enggengg ...,” dengan raut wajah berbinar, tak sungkan mereka lantang melagukan.

Sabtu, 07 September 2013

Catatan Perjalanan Pendakian Gunung Merapi


Menembus Batas di Gunung Merapi
2998 mdpl
Via Selo, Boyolali, Jawa Tengah

Oleh : Irkham Zamzuri

Untukmu yang telah memberikan iman
Untukmu yang telah mendidik moral
Untukmu yang telah mengorbitkan kepercayaan
Untukmu yang selalu menyayangi sang titipan
Untukmu yang selalu ada untukku
Untukmu yang mengerti keadaanku
Untukmu ... wahai engkau nafas kehidupan
Terima kasih Tuhan, Keluarga, Sahabat, dan Kawan
tidak sekedar bermimpi tapi kami punya impian

Sudah 2 hari ini handphone saya non aktifkan semenjak saya harus menemani Laszlo dan Philip, kawan saya dari Belanda dan Filipina untuk melakukan pendakian di gunung merapi dan merbabu. Jam sudah menunjukkan pukul 13.00 ketika terdengar sebuah nada dering berbunyi sebagai pertanda bahwa ada pesan masuk beberapa menit setelah handphone saya aktifkan, benar saja beberapa pesan sudah mengantri masuk silih berganti menunggu untuk dibaca. Sebuah pesan yang saya rasa tidak biasa datang, “Pak, masuk kuliah kapan”? berniat untuk segera membalas pesan tadi tiba-tiba jaringan sinyal di ponsel saya hilang, maklumlah posisi saya masih berada di basecamp pendakian gunung merbabu. Sambil melihat-lihat handphone yang sedari tadi saya angkat keatas untuk mencari jaringan sinyal, terdengar suara yang sepertinya mengarah ke saya.

Rabu, 04 September 2013

Greweng Beach (The Hidden Paradise)


no footprints
Gunung Kidul adalah salah satu kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang terkenal dengan eksotisme wisata alamnya, sebut saja pegunungan kapur, gua, ataupun pantai. Daerah yang sebenarnya relatif gersang karena terletak di daerah karst (kapur), justru menyimpan berbagai tempat luar biasa yang menjadi surga para petualang. Dari tempat wisata yang sudah dibuka untuk umum ataupun tempat-tempat yang masih tersembunyi, dan dibutuhkan perjuangan khusus untuk mencapainya. Pantai Greweng merupakan satu dari sekian banyak tempat yang wajib dikunjungi oleh traveler yang menyukai jelajah alam, ketenangan, dan tentunya keindahan. Karena alasan-alasan itulah saya beserta kedelapan teman saya akhirnya tertarik untuk mengunjungi tempat itu. Berencana untuk berkemah semalam di pantai greweng, pantai tersembunyi dengan pasir putih yang mengagumkan. 

Kenalan dulu ya sama teman-teman saya yang sehobi dalam hal jalan-jalan alam. Adam adalah teman baik saya sedari SMA, berbagai kegiatan ekstra ataupun intra bersama selama di SMA menjadikan komunikasi kami semakin baik karena seringnya bersama dalam organisasi, sekarang Adam sedang menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung jurusan Metrologi dan Instrumentasi. Waktu itu sedang diadakan seleksi untuk calon pengurus osis baru di SMA untuk kelas X, dan disinilah pertama kali saya mengenal Fia. Adik kelas dan juga teman di organisasi OSIS SMA, FYI dia selalu diantar jemput oleh ayahnya selama SMA, anak papi J hahaha ... sekarang melanjutkan studi di jurusan komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Suci,  dia adalah seorang penari yang sangat gemulai ketika saya mengenalnya. Berambut panjang sampai ke pinggang, dan selalu berdandan ketika sedang pertunjukan. Bersuara emas, karena menjadi  dirigen dalam ekstra Paduan Suara SMA. Melanjutkan studi di jurusan Pendidikan Biologi Universitas Negeri Yogyakarta.Yasinta, dia pernah dilaporkan ke Team SAR ketika mendaki Gunung Merbabu malam tahun baru 2013. Sekarang melanjutkan studi di jurusan Rekam Medik Universitas Gadjah Mada. Saya dan keempat teman saya ini tergabung dalam organisasi alumni pengurus Dewan Ambalan SMA N 1 Karanganom Klaten, yaitu IKEBANA. 

from the left side : Sofan, Yudha, Saya, Adam, Nanda, Suci, Fia, Zulfa, & Yassinta.