Laman

Selasa, 06 Desember 2016

Aku Suka Berkontemplasi

Oleh : Irkham Zamzuri

Malu bertanya sesat di jalan, kan ?
Daripada tersesat kenapa tidak bertanya
Bertanya apa, kepada siapa, dan tentunya kapan saja
Karena rasa ingin tahu itu manfaatnya luar biasa.

Seorang pembelajar muda apalagi,
Modal utamanya cuma harus tetap merasa bodoh dan lapar
“Stay Foolish Stay Hungry”nya Steve Job
Membuat kita tak pernah kenyang untuk belajar.

Sekarang muncul 2 masalah besar bagi seorang pembelajar muda
Dilema, bernama semacam itu kira-kira
Esensi atau Eksistensi
Esensi itu, apa ?
Eksistensi itu, apa ?
Kenapa menjadi 2 masalah besar ?
Kalau masalah, berarti harus di pilah-pilah ?
Apakah kedua-dua nya benar adanya sebagai sebuah masalah ?
Duh ... Duh ... Duh ... Banyak tanya sekali saya. Tapi tak apa, berarti rasa ingin tahuku masih ada.
Saya bertanya, saya mencari jawaban, terkadang menemukan dan tak jarang belingsatan kebingungan.
Jadi apa yang harus saya pelajari, esensi atau eksistensi ?
Orang lain mungkin bisa membantu menjelaskan, namun untuk bisa memahaminya bagaimana ?

Akhirnya merenung adalah jawaban dari semua pertanyaan-pertanyaan. Saatnya rohani bekerja giat nan keras. 

Senin, 05 Desember 2016

Berhasrat Dengan Kuat

Oleh : Irkham Zamzuri

Sejauh yang saya pribadi pahami, hasrat adalah sebuah keinginan atau kehendak yang kokoh untuk mengejar, memperjuangkan dan mungkin pada akhirnya bisa mendapatkan sesuatu yang dihasrati. Apapun itu lah bentuk nya, baik ilmu pengetahuan, barang pemewah tersier atau bisa jadi soal pemenuhan rasa yang menyangkut hati. Segala hal butuh diperjuangkan, bukan?

Kata “diperjuangkan” ini loh. Super sekaliii kandungan makna nya. Jauh dan Dalam. Susah sekali rasa nya untuk dijabarkan, karena “perjuangan” itu tidak boleh dibakukan atau disamaratakan, berbeda, setiap orang berhak mentafsirkan perjuangan dan makna nya.

Saya mencoba membayangkan, kondisi nya seperti ini. Ada seorang pemuda, sebenarnya sudah bisa disebut laki-laki dewasa (baca: pemula), passionate, kira-kira. Dia punya mimpi, merenungkan apa itu mimpi, kemudian berusaha untuk memahami apa itu hasrat, dan ternyata bisa paham dengan sangat baik pula apa itu perjuangan. Sedari kecil dia sudah diajari bekerja untuk mendapatkan sesuatu oleh nenek, ketika ditinggal merantau bapak ibuk nya. Setiap pagi-pagi sekali, jam 4 tepat, harus bangun dan membantu si nenek “angkut-angkut” (memindahkan barang dagangan dari dapur ke tepi jalan raya di ujung desa) sayur tumpang, bubur, gorengan dan pelengkap sarapan khas pedesaan era 2000an. Mimpi, hasrat, perjuangan. Rasanya masa depan cerah segera di genggaman.

Tiba-tiba, dia mendengar tentang law of attraction, hukum tarik menarik, seperti itu. Dimana, sebelum mendapatkan sesuatu  yang kita inginkan atau kehendaki, ternyata semua hal harus disertai keyakinan terlebih dahulu. Yakin. Yakin kalau si A itu nanti, pasti akan saya dapatkan. “Saya yakin”, teriak lantangnya dalam hati. Begitulah pemuda pemula itu pelan-pelan bertumbuh dan berkembang di tengah-tengah keterbatasan.


Ah ... seperti apa rasanya. Boleh aku jadi peniru mu, tuan muda pemula ?

Senin, 07 November 2016

Percabangan Dua Pilihan

Oleh : Irkham Zamzuri

Soe Hok Gie di usia singkatnya, "Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan". Tidak ada pahlawan di dua tempat berbeda, bersebelahan, berdampingan, bertepatan pada waktunya. Tidak, tidak ada!!! Ada sih, tapi pecundang namanya.

Harus menerima keterbatasan kalau manusia memang terbatas, bukan maksud membatasi, bukan, tapi semua hal memang berbatas. Itu kenapa masih ada manusia diantara manusia lainnya, supaya apa, biar tanggung jawab bisa dikerjakan bersama.

Satu di bidang ini, dua di bidang itu, tiga disini, empat disitu, merata, sesuai aku dan kamu bisa apa, bukan mau ini itu disini disitu diwaktu yang sama.

Sia-sia rasanya berbicara atau mengambil tugas dalam porsi besar kalau yang normal saja belum tuntas. Bukankah yang besar itu dimulai dari kecil? Nah ... kalau kecil-kecilnya saja belum jalan? Lantas apa mau dikata.

Semua hal terjadi karena alasan, dan pasti ada pilihan dan sudah pasti pula pilihan itu bercabang, pro kontra jelas ada.

Tidak ada yang namanya tidak ada pilihan, cuma sekarang mau memilih apa tidak, atau ikut cari aman saja, atau takut dikucilkan kalau ngambil pilihan, atau tidak milihpun sebenarnya nyaman-nyaman saja. Alasan dan pembenar semata.

Tapi toh ... semua kembali pada pilihan. Pahlawan dan pecundang pun sejatinya tidak berseberangan, mereka cuma saling menguatkan pengikutnya.

Berani menyatakan dan tegas pada pilihan sudah cukup memerdekakan diri kita dari mental perbudakan, slavery katanya,

Kamis, 09 Juni 2016

Otak dan Hati

Oleh : Irkham Zamzuri

Apa itu berpikir ?
Apa itu berperasaan ?
Apa itu otak ?
Apa itu hati ?
Apa itu logika ?
Apa itu nurani ?

Berpikir itu dengan otak atau hati ?
Berperasaan itu dengan sanubari atau akal budi ?

Logika dan nurani ? Sepasang kekasih yang susah harmoni
Atau boleh dicampur baurkan, atau justru ditegaskan ?

Berpikir dengan perasaan atau berperasaan dengan pikiran ?
Pikiran ya pikiran, logika ya logika, masuk akalkan saja.
Perasaan ya perasaan, nurani ya nurani, rasakan saja.
Pisahkan, jangan di abu-abu kan.
Tidak boleh ada yang tidak jelas.

Terkadang nurani itu melemahkan. Dada boleh sesak, kepala tetap tegak.
Jernih-jernihkan saja otak kita !

Minggu, 05 Juni 2016

Brain and Heart

Oleh : Irkham Zamzuri

Thinking ?
Feeling ?
Brain ?
Heart ?
Logic ?
Inner ?
What are those ? What do they mean ?

Thinking with the brain or thinking with the heart ?
Feeling with the innerself or feeling with the idea ?
Logic and inner? Are the couple which is too hard to balance each other or can be mixed into one or has to be clear separately ?

Thinking with the feeling or feeling with the thought ?
Thought is thought, logic is logic, just make them sense
Feeling is feeling, inner is inner, just feel them
No need to turn them into grey
Just separate them a part!
Each of them has to be clear

The inner sometimes makes us weak
Our chest may be getting tight
but our head has to be upright high.

Just make our brain clear.

Jumat, 20 Mei 2016

Masih Sejalan atau Memudar?

Oleh : Irkham Zamzuri

Aku lama tak mencoret,
lama tak meninggalkan jejak,
lama tak menggumulimu.
Aku kangen!

Kamu apa kabar?
Masih sejalan?
Apa perjalanan memberi pengalaman?
Apa waktu merubahmu?
Apa yang kamu yakini masih ada atau memudar?
Aku cuma kangen!

Aku tumpahkan kamu ke tempat yang salah
Biar ku pungut kamu kembali,
biar ku rawat lagi.

Tapi sayang.
Aku ragu,
ada hal-hal baru memaksa masuk di kepalaku!
Aku ragu terus terang saja.
Ada semacam pertentangan,
kontradiksi,
begitulah kira-kira.

Apa aku salah? Atau aku bertumbuh? Atau aku tumbuh di tempat yang salah?
Salah itu apa sih?

Pare, 6 Mei 2016. 
Mendung

Mental Ditempa Dari Latihan

Oleh : Irkham Zamzuri

Ngomong itu gampang!
Memberi nasihat ke orang itu mudah
Menyemangati tak kalah enaknya
Tapi pertanyaannya adalah
Apakah kita memahami apa yang sedang kita omongkan? Kita nasihatkan?

Yang mengalami masalah itu orang lain bukan kita,
kita gak tau rasanya,
Jangan pura-pura sok ngerti!

Seorang teman pernah bilang ke saya,
masalah itu harus dihadapi,
bukan dihindari,
harus diselesaikan bukan dibengkokkan.

Artinya? Jangan tanya,
mungkin sampai sekarang pun saya belum bisa memahami itu dengan baik.
Tapi yang saya percayai,
masalah itu memang berat,
mengacaukan semua pikiran!
Tapi itu harus diselesaikan demi menghilangkan beban di kepala yang bisa berdampak negatif.
Dilewati, bukan dilompati.
Bukan lantas mau menghilang atau justru berpura atau malah dianggap gak ada.

Kalau bisa menyelesaikan satu masalah,
aku yakin,
aku tambah kuat,
tambah pengalaman.
Di depan kalau bertemu masalah lebih besar,
aku bisa bersiap sedini mungkin.
Mentalku siap!
Gak menye-menye lagi.

Tapi kalau aku menghindar,
di depan ketemu masalah yang sama atau lebih besar,
aku jadi pengecut.
Aku jadi babi.
Tapi aku gak mau jadi babi.

Pare, 6 Mei 2016